wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya – Upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam membangun pabrik pengelolaan limbah medis mendapat dukungan penuh dari DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). Proyek strategis ini dinilai sebagai langkah maju dalam mewujudkan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandouw, Selasa, 4 Maret 2025 menegaskan, kehadiran pabrik limbah medis akan menjadi solusi konkret terhadap permasalahan limbah kesehatan yang selama ini belum tertangani optimal.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Kotim. Ini bukan hanya tentang kesehatan lingkungan, tetapi juga potensi ekonomi yang bisa digali,” ujarnya.
Pabrik yang ditargetkan selesai akhir 2025 dan mulai beroperasi pada awal 2026 ini akan dikelola dengan teknologi modern, berkat kerja sama dengan investor dan pihak swasta yang memiliki keahlian di bidang pengolahan limbah.
“Dengan hadirnya investor yang menguasai teknologi pengelolaan limbah medis secara aman dan efisien, kita bisa berharap proses pengolahan akan jauh lebih profesional, minim risiko, dan tentunya ramah lingkungan,” katanya.
Hero menambahkan, kolaborasi sektor publik dan swasta ini bisa menjadi model sinergi yang ideal untuk diterapkan di wilayah lain di Kalimantan Tengah.
“Kami berharap pabrik tersebut tak hanya memberi manfaat lokal, tetapi juga menjadi role model pengelolaan limbah medis terpadu di tingkat provinsi. Kotim bisa jadi pionir. Kalau ini sukses, daerah lain bisa mencontoh dan menerapkannya,” tutupnya. (din/red2)
