wajahborneo.com, Palangka Raya — Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Yohannes Freddy Ering, mengingatkan bagi pemangku kebijakan di “Bumi Tambun Bungai”. Freddy menyatakan kekayaan alam yang melimpah di sektor perkebunan dan pertambangan tidak akan berarti jika tidak dikonversi menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat lokal.
“Kita dianugerahi kekayaan alam yang sangat melimpah. Namun tantangan kita saat ini adalah bagaimana kekayaan tersebut benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Yohannes saat memberikan keterangan di Palangka Raya, Selasa, 10 Februari 2026.
Sebagai provinsi terluas di Indonesia dengan luas wilayah mencapai 153 ribu kilometer persegi, Kalimantan Tengah menghadapi ganjalan geografis yang masif. Menurut Yohannes, kondisi ini menuntut perencanaan yang tidak biasa agar pembangunan tidak hanya berpusat di satu titik.
“Kita sedang mengejar ketertinggalan agar mampu berdiri sejajar dengan daerah maju lainnya. Kesejahteraan itu bukan sekadar angka statistik di atas kertas, tapi harus dirasakan di dapur warga,” ujarnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Yohannes merinci empat fokus utama yang harus dikebut oleh pemerintah daerah bersama legislatif, pertama Infrastruktur yang memadai: untuk memutus isolasi antarwilayah. Kedua, Pendidikan dengan meningkatkan standar kualitas SDM. Ketiga dibidang kesehatan dengan memperluas akses layanan hingga ke pelosok, dan Keempat, Ekonomi Kerakyatan dengan emperkuat fondasi ekonomi di tingkat akar rumput.
Politisi senior PDIP Kalteng ini menekankan kunci utama percepatan ini terletak pada keharmonisan antara eksekutif dan legislatif. Sinergitas merupakan pondasi penting untuk mengikis kesenjangan pendapatan yang masih membayangi provinsi ini.
“Dengan pembangunan yang merata dan berkeadilan, kita bisa memastikan potensi besar Kalteng menjadi berkah bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” pungkasnya. (din/red2)

