wajahborneo.com, Seruyan – Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan Ruspandian Noor menghadiri Pertemuan Penguatan Outbreak Response Assessment (OBRA) di Ruang Auditorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr. Rajendra Kumar Shink, sebagai narasumber utama.
Selain itu, hadir pula Plt. Direktur RSUD Kuala Pembuang, dr. Ali Wardana, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Seruyan, kepala UPTD Puskesmas, dokter, serta pengelola program terkait.
Ruspandian Noor menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan memperkuat surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP) dan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
Fokus utamanya adalah persiapan pelaksanaan Outbreak Response Assessment (OBRA) untuk penanganan penyakit polio di Kabupaten Seruyan.
“Kegiatan ini sangat penting dalam mendukung upaya kita bersama mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit polio. Dengan penguatan surveilans AFP dan PD3I, kita dapat memastikan langkah-langkah mitigasi yang tepat,” ujar Ruspandian Noor.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan organisasi internasional seperti WHO menjadi kunci dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, koordinasi dan kapasitas dalam merespons potensi wabah semakin optimal,” tambahnya.
Dengan adanya dukungan berbagai pihak, Kabupaten Seruyan diharapkan dapat menjadi wilayah yang lebih siap dalam menghadapi tantangan kesehatan, khususnya dalam eradikasi polio dan penguatan program imunisasi. (*/red3)
