Sekolah Harus Aman, DPRD Barito Utara Minta MPLS Bebas Perundungan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara, H. Taufik Nugraha. Foto/Ist/wajahborneo.com

ωajàhßörneo.cóm, Barito Utara — Hari pertama di sekolah baru seharusnya dikenang dengan senyum, bukan rasa takut. Pesan itu mengemuka saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Jumat, 10 Juli 2026.

Anggota DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha, menegaskan MPLS harus menjadi ruang adaptasi yang positif bagi siswa baru. Ia menolak keras segala bentuk perundungan dan kegiatan bernuansa negatif selama masa pengenalan sekolah.

Taufik menilai pengawasan langsung dari dinas sudah tepat. Langkah itu menjaga agar sekolah tetap mengikuti pedoman MPLS dari pemerintah dan tidak menyimpang di lapangan.

Taufik mengingatkan, setiap sekolah wajib menjamin lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif, serta menghormati hak setiap siswa. Pembentukan karakter, penanaman disiplin, dan etika bermedia sosial juga perlu masuk dalam materi MPLS.

Pengawasan, kata Taufik, tidak cukup dilakukan sekolah dan dinas saja. Peran orang tua tidak kalah pentingnya bagi peserta didik.

“Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua ikut mengawasi anak selama masa pengenalan sekolah agar tercipta sekolah ramah anak,” katanya.

Taufik menyatakan DPRD sebagai mitra pemerintah daerah akan mendukung program yang meningkatkan mutu pendidikan, termasuk upaya menciptakan sekolah yang aman dan kondusif.

“Harapan kami, MPLS yang berjalan baik membuat siswa baru lebih percaya diri, cepat beradaptasi, dan semangat mengejar prestasi,” paparnya. (tio/bam/red2)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link