wajahborneo.com, Seruyan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis data mengenai hotspot (titik panas) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang Januari hingga Oktober 2024.

Kepala Pelaksana BPBD Seruyan, Agung Sulistyono, Rabu, 30 Oktober 2024 mengatakan, terdapat 432 titik hotspot pada periode tersebut.
“Total titik hotspot dari Januari sampai Oktober 2024 mencapai 432 titik yang tersebar di sepuluh wilayah kecamatan, dan terbanyak berada di Kecamatan Seruyan Hulu,” katanya.
Agung menambahkan, Kecamatan Seruyan Hulu menjadi daerah dengan titik hotspot terbanyak, mencapai 175 titik, diikuti oleh Kecamatan Seruyan Tengah dengan 69 titik, dan Kecamatan Suling Tambun dengan 50 titik.
Dalam upaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BPBD Seruyan melakukan berbagai langkah strategis, termasuk penetapan status Siaga Darurat yang berakhir pada 16 Oktober lalu, serta pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla.
“Kita juga mengaktifkan Pos Lapangan Pengendalian Karhutla di seluruh kecamatan di Kabupaten Seruyan,” katanya.
Penanggulalngan karhutla dilakukan secara komprehensif antara pemerintah daerah melalui BPBD, TNI, Polri, pemangku kepentingan, dan masyarakat. (*/red3)

