wajahborneo.com, Seruyan — Memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan dengan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan konservasi. Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, bersama Komandan Korem (Danrem) 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, bersama Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf. Dwi Candra Setyawan, turun langsung meninjau titik api Karhutla di area Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Jumat, 16 Oktober 2026.
Ahmad Selanorwanda, mengemukakan peninjauan tersebut bertujuan melihat secara langsung kondisi Karhutla sekaligus memetakan langkah strategis untuk memadamkan dan mencegah meluasnya titik api.
”Kita turun langsung ke lapangan bersama TNI, mendampingi Pak Danrem dan Pak Dandim 1015/Sampit. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, kita akan menyusun rencana aksi untuk memitigasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi,” ujarnya.
Wanda mengatakan, Pemkab Seruyan mendukung penuh berbagai upaya penanganan Karhutla, baik melalui penyediaan sarana dan prasarana (Sarpras), hingga penambahan anggota apabila dibutuhkan untuk mempercepat proses pemadaman.
”Kita siap mengerahkan anggota ke lokasi ini, termasuk penyediaan Sarpras, serta berbagai dukungan lainnya melalui BPBD Seruyan. Intinya, kita siap terlibat dan mendukung sepenuhnya upaya pemadaman api di kawasan TNTP,” katanya.
Dia menambahkan, Pemkab Seruyan akan melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap kawasan rawan kebakaran, mulai dari wilayah perkotaan, persawahan, perkebunan, hingga kawasan hutan dan konservasi.
Wanda menuturkan, hampir separuh kawasan TNTP berada dalam wilayah administratif Kabupaten Seruyan. Untuk itu, diperlukan perhatian dan penanganan bersama dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis penting bagi masyarakat.
”Kemarau panjang ini menjadi catatan penting bagi kita. Ke depan, kita akan melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah rawan kebakaran, baik di kawasan perkotaan, persawahan, perkebunan, maupun di kawasan TNTP,” ujarnya.
Dia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pengendalian kebakaran, sekaligus melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas sosial ekonomi dari dampak kabut asap.
”Harapan kita bersama, kebakaran ini dapat segera ditangani dan luasan lahan yang terbakar bisa ditekan. TNTP merupakan kebanggaan Indonesia yang juga menjadi bagian dari kekayaan alam dunia. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya,” jelasnya.
Sementara itu, Brigjen TNI Wimoko menjelaskan, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan melalui konferensi video bersama jajaran pimpinan terkait, untuk segera mengambil langkah cepat dalam mencegah meluasnya kebakaran di kawasan TNTP.
”Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Bapak Presiden untuk segera memprioritaskan pencegahan Karhutla di TNTP. Setelah peninjauan ini, personel, materiil, dan logistik akan segera dikerahkan ke lokasi untuk meminimalisir dampak Karhutla,” jelasnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

