Soal Pengentasan Blankspot di Perdesaan, Ini Kata DPRD Kalteng

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono. Foto/Ist

wajahborneo.com, Palangka Raya — Di tengah gencarnya transformasi digital nasional, ironi masih terjadi di sejumlah pelosok Kalimantan Tengah (Kalteng), masyarakat yang hidup tanpa sinyal telekomunikasi, terputus dari dunia informasi yang kian mengglobal.

Menyadari luasnya cakupan geografis Kalimantan Tengah — mulai dari kawasan sungai, hutan, hingga pegunungan yang sulit dijangkau infrastruktur konvensional, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng mendesak instansi teknis terkait untuk lebih proaktif merangkul provider telekomunikasi dan memanfaatkan teknologi satelit sebagai solusi percepatan.

“Pembangunan BTS berbasis darat memiliki keterbatasan, terutama di wilayah dengan medan geografis ekstrem. Teknologi satelit dipandang sebagai jalan pintas yang bisa mempercepat proses menjembatani kesenjangan digital tanpa harus menunggu infrastruktur fisik yang memakan waktu lama,” kata Anggota DPRD Kalteng, Sudarsono, Selasa, 25 Agustus 2026.

Selain itu, selama ini sinkronisasi data antara pemerintah provinsi dan pusat dalam memetakan wilayah blankspot atau titik tanpa sinyal masih menyimpan persoalan. Validasi data peta blankspot bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi krusial agar pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) benar-benar menjangkau titik yang membutuhkan — bukan justru menumpuk di wilayah yang sudah terlayani.

“Jangan sampai masyarakat di pedalaman merasa terisolasi secara informasi di tengah gempuran teknologi modern saat ini. Infrastruktur jalan membuka isolasi fisik, internet membuka isolasi pengetahuan,” jelasnya.

Melalui pendekatan kebijakan yang terintegrasi antara pemetaan data, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi, DPRD Kalimantan Tengah optimistis pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan lebih merata dan inklusif.

Lebih jauh, langkah ini diharapkan turut mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital hingga ke level desa — sebuah visi yang menempatkan akses internet bukan lagi sebagai kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang setara dengan jalan dan listrik. (din/red2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

error: Content is protected !!
Exit mobile version