Sosialisasi Karhutla Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026 Digelar di SMKN 1 Kuala Pembuang

Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, dan Dansatgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalteng, Brigjen TNI (Marinir) Citro Subono beserta unsur lainnya usai menggelar sosialisasi karhutla di SMK Negeri 1 Kuala Pembuang, Selasa, 8 September 2026. Foto/ Said M. Dandi

wajahborneo.com, Seruyan — Kesadaran mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus ditanamkan sejak dini khususnya kepada generasi muda, untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan bersama unsur TNI AL Kalteng menggelar sosialisasi dan penyuluhan Karhutla Pasis dikreg LVI Sesko TNI tahun anggaran 2026 di SMK Negeri 1 Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Selasa, 8 September 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin Dansatgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Brigjen TNI (Marinir) Citro Subono, Wadan Satgas Penyuluhan Karhutla Kalteng, Laksma TNI Bambang Wasito, didampingi Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, Ketua DPRD Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Seruyan, dr. Bahrun Abbas, kepala perangkat daerah Seruyan, dan seluruh siswa SMK Negeri 1 Kuala Pembuang.

Supian mengatakan, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya karhutla, sosialisasi dilaksanakan kepada anak-anak di tingkat sekolah serta mengajak untuk bersama mengatasi karhutla.

“Kami juga berpesan kepada anak-anak kita yang hadir khususnya pada hari ini agar ikut berperan aktif dalam mengatasi masalah karhutla,” katanya.

Dia menekankan, permasalahan karhutla terus terulang dari tahun ke tahun. Persoalan tersebut tidak hanya tanggung jawab aparat tetapi menjadi tugas bersama khususnya generasi muda.

“Tongkat estafet ke depan itu adalah di pundak mereka. Jadi tanggung jawabnya juga ada di pundak mereka. Apalagi kita tahu bahwa masalah karhutla ini tidak bisa selesai hanya satu atau dua tahun, tapi terus berulang. Nah, oleh karena itu tugas dari generasi kita ke depannya untuk selalu menjaga alam,” ujarnya.

Selain itu, Supian menegaskan, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam menangani masalah karhutla di Kabupaten Seruyan. Salah satunya dengan menghindari membuka lahan atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami minta masyarakat juga berperan aktif mencegah karhutla, salah satunya jangan membuka lahan dengan cara dibakar,” katanya.

Sementara itu, Brigjen TNI (Marinir) Citro Subono, menegaskan, karhutla ini penyebabnya 90 persen dari manusia, maka penyuluhan kali ini bertujuan merubah mindset, memberi masukan kepada generasi muda dan masyarakat, supaya tidak melakukan kegiatan berulang yang mengancam kelestarian alam.

“Kami tim Mabes TNI yang diutus Panglima TNI atas instruksi Bapak Presiden, karhutla ini penyebabnya 90 persen ulah manusia, untuk itu perlu merubah mindset, khususnya generasi muda agar jangan melakukan pembakaran lahan,” ujarnya.

Menurutnya, secanggih apapun alat yang diturunkan, apabila mindset dari masyarakat Seruyan atau masyarakat di Kalteng tidak bisa berubah, maka permasalahan tersebut tidak akan teratasi.

“Jadi mindset ini sangat penting. Itulah gunanya kami diturunkan ke sini untuk memberi pencerahan, merubah mindset, dan mengajak melestarikan alam supaya tetap terjaga dengan lestari,” tegasnya.


  • Kontributor : Said Muhamad Dandi
  • Editor           : Bam Hermanto

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

error: Content is protected !!
Exit mobile version