wajahb👁️rneo.com, Seruyan — Tantangan pembangunan tidak bisa diselesaikan secara parsial, tetapi harus melalui pendekatan yang terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain itu, pentingnya berkolaborasi lintas sektor dalam merancang arah pembangunan daerah ke depan.
“Kita tidak boleh bekerja dalam sekat-sekat sektoral yang sempit. Pembangunan Kabupaten Seruyan harus dilakukan secara kolaboratif, inovatif, dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat,” kata Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda saat membuka Forum Perangkat Daerah Kabupaten Seruyan dalam rangka menyusun Rencana Strategis (RENSTRA) Kabupaten Seruyan periode 2025-2029 di di Aula Bappedalitbang, Kuala Pembuang, Rabu, 11 Juni 2025.
Forum ini menjadi wadah penting untuk menyepakati isu strategis, tujuan, sasaran, program, dan indikator kinerja dari masing-masing perangkat daerah.
Ahmad Selanorwanda menekankan agar semua rumusan tersebut selaras dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Seruyan, RPJMD Provinsi, hingga RPJMN nasional, sehingga sinergi pembangunan bisa terjaga dari pusat hingga daerah.
Dia mengingatkan pentingnya indikator kinerja yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), agar setiap program benar-benar dapat diukur dan berdampak nyata.
“Dokumen RENSTRA yang dihasilkan bukan hanya menjadi “tumpukan kertas”, melainkan pedoman operasional yang hidup dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Seruyan,” katanya.
Forum ini menjadi momen reflektif dan strategis untuk memastikan bahwa arah pembangunan Seruyan ke depan benar-benar berpihak pada rakyat — terencana, terukur, dan penuh semangat kolaborasi. (red3)
