Susun RKPD, Bupati Seruyan Tegaskan Program Prioritas

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda didampingi Wakil Bupati, H Supian dan Kepala Bappedalitbang Budi Purwanto memimpin Musrenbang di Aula Bappedalitbang, Kamis, 24 April 2025.

wajahb👁️rneo.com, Seruyan – Menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Seruyan Tahun 2026, Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Seruyan Tahun 2025 di Aula Bappedalitbang, Kamis, 24 April 2025.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, Kepala SOPD dilingkup Pemkab Seruyan, camat, Forkopimda, Perusahaan Besar Swasta (PBS), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Seruyan, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta sejumlah perbankan dan tokoh masyarakat.

“Melalui forum ini, kita memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang direncanakan tidak hanya sesuai dengan prioritas pembangunan, tetapi juga realistis,” ujarnya.

Ahmad Selanorwanda menekankan pentingnya Musrenbang sebagai forum strategis untuk menyelaraskan rencana pembangunan dengan kapasitas fiskal daerah.

Salah satu fokus utama dalam perencanaan tahun 2026 adalah penanggulangan kemiskinan.

Dia menyampaikan meskipun terjadi penurunan tipis dalam angka kemiskinan dari 7,12 persen pada tahun 2023 menjadi 7,08 persen di tahun 2024, hal ini menunjukkan dampak nyata dari upaya bersama seluruh pihak.

“Penurunan ini mungkin terlihat kecil secara persentase, namun merupakan indikasi nyata bahwa langkah-langkah yang kita ambil telah memberikan hasil,” katanya.

Wanda-sapaannya-menjelaskan, berbagai strategi telah dilakukan, mulai dari pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, hingga penguatan data dan pengawasan program.

Selain isu kemiskinan, pembangunan infrastruktur juga disebut sebagai prioritas utama dalam mendukung percepatan pembangunan dan konektivitas antar wilayah.

“Infrastruktur yang baik adalah kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar,” ujarnya.

Demi menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan yang berkualitas, terarah, terukur, dan akuntabel. Dia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk aktif memberikan saran dan masukan. (**/red3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version