Tingkatkan Sinergitas, Polres Seruyan dan PWI Bincang Santai di Kafe Senggang

Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi (Tengah) didampingi Ketua PWI Seruyan Hendry Editia (kiri) disela perbincangan singkat di Kafe Senggang Kuala Pembuang, Selasa, 20 Januari 2026. Foto/Ist/

wajahb👁️rneo.com, Seruyan — Tingkatkan sinergitas dengan para jurnalis di Kabupaten Seruyan, Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi menggelar pertemuan dan berbincang santai bersama insan pers di Kafe Senggang Kuala Pembuang, Selasa, 20 Januari 2026.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi didampingi Kasi Humas Polres Seruyan Iptu Ronny serta dihadiri juga pengurus PWI Seruyan dan jurnalis lainnya.

Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi menekankan, pentingnya kerja sama dengan media, terutama dalam memberikan pemberitaan yang menarik dan mengedukasi masyarakat.

“Kebetulan saya memang senang bertemu teman-teman wartawan, sejak dulu masih di Jakarta, kinerja kita banyak dibantu oleh rekan-rekan media untuk informasi yang sifatnya nasional,” katanya.

Dia meminta, kepada para jurnalis untuk membantu memberikan pemberitaan yang positif di Kabupaten Seruyan. Sajikan narasi dengan gaya bahasa menarik dan tidak menulis kalimat negatif atau hal provokatif lainnya.

“Kita sadar tidak mampu bekerja sendiri dan memerlukan bantuan wartawan, sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat viral dan akhirnya diketahui oleh masyarakat,” ungkapnya.

Beddy menambahkan, diperlukan koordinasi dengan rekan media sebelum menyajikan pemberitaan yang menarik dan akhirnya membuat suasana semakin tentram. Apabila terdapat informasi kurang pas, untuk dapat dikomunikasikan kemudian bisa dipublikasikan.

“Jika terdapat pemberitaan yang kurang pas atau membuat suasana menjadi panas, koordinasi kita lakukan terlebih dahulu guna menghindari hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Seruyan Hendry Editia mengemukakan, jurnalis yang berada di daerah ini tidak memiliki penugasan khusus, hal tersebut dikarenakan jumlah wartawan yang terbatas.

“Jurnalis di tempat kita berbeda dengan daerah lain di Kalimantan Tengah, yang mana tidak ada penugasan khusus dan semua kegiatan di rangkul secara bersamaan,” tutupnya. (dan/red3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Exit mobile version