Update Hari Ini, Luasan Karhutla di Seruyan Capai 1.232 Hektar

Kalaksa BPBD Seruyan, Agus Supriadi, saat diwawancara awak media tentang perkembangan Karhutla, Rabu, 16 September 2026. Foto/Said M. Dandi/wajahborneo

wajahborneo.com, Seruyan – Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Seruyan terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan luasan lahan terbakar mencapai 1.232 hektar dengan jumlah 861 kejadian di seluruh kecamatan Kabupaten Seruyan.

“Kasus Karhutla terus mengalami kenaikan dan cukup mengkhawatirkan, dengan titik hotspot yang bertambah, kemudian jumlah kejadian juga bertambah. Hingga sekarang, luas lahan yang terbakar sebanyak 1.232 hektar dengan jumlah kejadian ada 861 kejadian di seluruh Kabupaten Seruyan,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Seruyan, Agus Supriadi, saat dikonfirmasi awak media, Rabu, 16 September 2026.

Agus mengatakan, adapun luasan lahan yang terbakar di Kecamatan Hanau baru-baru ini tepatnya di Jembatan Bakung sebanyak 16 hektare. Dengan kedalaman lahan gambut mencapai 2 meter.

“Belum pernah ada datanya untuk di daerah situ. Perkiraan kita mungkin 1 sampai 2 meter. Makanya itu agak kesulitan juga dalam hal pemadaman oleh personel di lapangan,” katanya.

Menurutnya, proses pemadaman di lahan gambut tidak dapat dilakukan dengan cara biasa. Namun, perlu dilakukan proses pemadaman dengan sistem suntik agar api langsung padam hingga ke akarnya.

“Setelah padam, kalau masih ada baranya itu, kalau tidak kita lakukan pemadaman yang sistem suntik, itu tetap ada. Itu kalau kena angin, mati di atasnya tapi di bawah bisa merambat lagi,” katanya.

Agus menambahkan, berdasarkan informasi dari Kapolres Seruyan ada satu pelaku yang diamankan tapi masih proses dan belum menjadi tersangka. Tetapi proses hukum tetap berlaku dan pelaku harus dihukum seberat-beratnya.

Dia menegaskan, untuk sarana dan prasarana (sarpras) yang tersedia di BPBD Seruyan sampai saat ini masih mencukupi. Tetapi, untuk di tingkat kecamatan dan desa masih kurang khususnya pompa jinjing.

“Sarpras kita agak kurang. Jadi, kita menyuplai dua unit pompa jinjing yang diberikan kepada masyarakat peduli api (MPA) di Pembuang Hulu 1, Pembuang Hulu 2. Karena memang kejadian di sana saya perhatikan tingkat kejadiannya lebih tinggi,” jelasnya.


  • Kontributor : Said Muhamad Dandi
  • Editor           : Bam Hermanto

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link