Waspada Karhutla, BPBD Seruyan Imbau Masyarakat Tidak Membuka Lahan Dengan Dibakar

SEJUMLAH petugas memadamkan api di daerah pemukiman warga di Kuala Pembuang Kecamatan Seruyan Hilir. Foto/Ist

WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah *BPBD) Kabupaten Seruyan mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar untuk mencegah terjadinya Karhutla.

Agung Sulistiyono

Pasalnya, intensitas Karhutla di Kabupaten Seruyan tahun 2023 ini meningkat drastis jika dibandingkan dengan tiga tahun lalu.

Seperti diketahui, untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalteng, Gubernur Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Provinsi Kalteng, melalui Keputusan Gubernur Kalteng Nomor: 188.44/194/2023, tentang Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023. Status Siaga Darurat berlaku selama 167 hari, terhitung sejak Tanggal 29 Mei 2023 sampai dengan Tanggal 10 Nopember 2023.

Kepala Pelaksana BPBD Seruyan, Agung Sulistiyono, Sabtu, 11 November 2023 mengemukakan, kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun 2023 terdapat 544 Karhutla di Kabupaten Seruyan.

Agung menekankan pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta melakukan kesiapsiagaan pada potensi Karhutla.

“Pembukaan lahan dengan cara dibakar akan mengakibatkan penyebaran pembukaan lahan yang melebar jadi mengakibatkan adanya asap pengiriman asap ke daerah-daerah lain yang mengakibatkan nantinya itu bisa penyakit ISPA atau gangguan pernapasan dan lainnya,” katanya.

Dijelaskan Agung, penanggulangan Karhutla di Kabupaten Seruyan pihaknya BPBD bekerjasama dengan TNI-Polri, Damkar, Dinkes, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta berbagai stakeholder terkait lainnya.

Tinggalkan Balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Share via
Copy link