wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya – Keberhasilan program-program pembangunan di Kalimantan Tengah tak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau banyaknya proyek yang digulirkan.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Asdy Narang, Kamis, 27 Maret 2025 mengatakan, pemahaman dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor kunci yang sering kali diabaikan.
“Partisipasi masyarakat tidak bisa dipaksakan. Mereka harus tahu dulu apa tujuan dan manfaat dari program yang ditawarkan pemerintah,” katanya.
Politisi Partai NasDem ini menyoroti berbagai program yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan, namun tidak berjalan optimal karena kurangnya sosialisasi dan pendekatan yang tepat. Dari bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, hingga program pertanian berbasis teknologi—semuanya berisiko kurang dimanfaatkan jika informasi tidak sampai ke akar rumput.
“Contoh sederhana, petani pasti akan ragu menggunakan teknologi baru jika mereka tidak diberi pemahaman yang menyeluruh. Jangan sampai program bagus hanya jadi formalitas di atas kertas,” ujarnya.
Asdy mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya menggelar sosialisasi sebagai kegiatan seremonial belaka. Menurutnya, pendekatan yang lebih komunikatif dan kontekstual, serta melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan LSM, bisa membuat informasi lebih mudah diterima masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil.
Dia mengakui tantangan seperti keterbatasan akses informasi masih ada, namun hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk tidak berinovasi dalam menyampaikan program pembangunan.
“Keberhasilan program pemerintah bukan semata soal terserapnya anggaran, tapi seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya. (din/red2)

