wajahborneo.com, Seruyan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan menyaksikan rapat paripurna Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Paripurna DPRD Seruyan, Jumat, 14 Agustus 2026.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, Wakil Ketua II DPRD Seruyan, Muhtadin, anggota DPRD Seruyan, Asisten Administrasi Umum Setda Seruyan (Asisten III), Yudiansyah, kepala perangkat daerah, SOPD dan FKPD.
Muhtadin mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dan Hari Jadi Kabupaten Seruyan ke-24 ini, merupakan momentum bersejarah untuk terus berkolaborasi bersama mewujudkan Indonesia Maju dan Kabupaten Seruyan yang Sejahtera.
Dia menambahkan, pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia momentum penting guna melihat arah kebijakan pembangunan, tantangan yang dihadapi bangsa ke depan, serta langkah strategis yang akan ditempuh pemerintah.
“Sebagai wakil rakyat di daerah, kami selaku pimpinan dan seluruh anggota DPRD Seruyan berkomitmen menjabarkan arahan kebijakan tersebut dalam program yang bermanfaat langsung bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, dan khusus bagi masyarakat Kabupaten Seruyan,” ujarnya.
Muhtadin berharap, setiap pesan yang disampaikan dapat dijadikan sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras, bersinergi, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi mewujudkan Indonesia Maju serta Kabupaten Seruyan yang semakin sejahtera.
Dalam pidato kenegaraan tersebut dijabarkan, peluncuran program Makan Gizi Gratis (MBG) merupakan terobosan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Program ini bukan sekedar pembagian makanan, melainkan bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Disisi lain, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih. Berperan penting dalam menstabilkan perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan. Hal tersebut menunjukkan pembangunan ekonomi Indonesia tidak sekedar persaingan bebas yang membuat penguasa semakin berkuasa dan pihak yang lemah semakin terpinggirkan.
Melalui koperasi yang dikelola secara sehat dan profesional, petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan dapat memperluas akses pasarnya, pelaku usaha mikro dapat berkembang, distribusi kebutuhan pokok dapat diperpendek, dan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

