Wakapolres Seruyan, Kompol Syaifullah, saat ikut memadamkan kebakaran lahan di kawasan perkantoran Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Seruyan Hilir, Minggu, 18 Oktober 2026. Foto/Ist/wajahborneo.com

wajahborneo.com, Seruyan — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Seruyan semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya melanda pemukiman warga, Karhutla mulai merembet hingga ke kawasan perkantoran di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Seruyan Hilir, Minggu, 18 Oktober 2026.

‎Wakapolres Seruyan, Kompol Syaifullah, mengatakan kebakaran yang terjadi di dekat kompleks perkantoran tersebut telah ditangani bersama-sama guna mengendalikan api agar tidak menjalar ke area lain. Berkat sinergi bersama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Seruyan, hingga masyarakat peduli api (MPA), api berhasil dipadamkan pada pukul 15.35 WIB.

‎”Keterlibatan saya ikut memadamkan api merupakan bagian penting guna mencegah api agar tidak meluas. Penanggulangan Karhutla tidak hanya bergantung pada pemadaman ketika api muncul, tetapi juga memerlukan langkah pencegahan yang konsisten dan dukungan seluruh masyarakat,” ujarnya.

‎Dia menambahkan, Polres Seruyan bersama Satgas Karhutla terus mengoptimalkan upaya penanganan, sekaligus melakukan langkah pencegahan melalui patroli dan sosialisasi kepada masyarakat.

‎“Kami bersama Satgas Karhutla terus berupaya memaksimalkan penanganan Karhutla di Kabupaten Seruyan. Selain melakukan pemadaman di lapangan, kami juga mengintensifkan patroli dan sosialisasi mengenai larangan membakar hutan dan lahan,” katanya.

‎Menurutnya, sosialisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membakar lahan. Keterlibatan masyarakat dalam mencegah pembakaran serta menyampaikan informasi awal mengenai titik api penting dalam membantu mengurangi risiko kebakaran meluas.

‎Syaifullah menegaskan, Polres Seruyan bersama Satgas Karhutla terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Bumi Gawi Hatantiring, keterlibatan langsung dari masyarakat sangat penting guna menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.

‎”Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” paparnya.


  • Kontributor : Said Muhamad Dandi
  • Editor           : Bam Hermanto1

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link