wajahborneo.com, Seruyan — Hujan yang terjadi di Kabupaten Seruyan selama 1,5 jam membuat kota Kuala Pembuang dan sekitarnya terpapar kabut asap. Hal tersebut dikarenakan lahan gambut hanya dibagian atas yang padam dan masih ada bara di bagian bawah yang memicu terjadinya kabut asap.
”Kemarin juga kita merasakan sendiri terkait dengan hujan yang terjadi di Kabupaten Seruyan. Ada sekitar satu jam setengah, tetapi karena hujan itu tidak terjadi secara masif, sebenarnya memicu asap yang ada di lahan-lahan gambut. Karena di wilayah lahan-lahan gambut ini sebenarnya api padam di atas tapi di bagian bawah masih ada baranya. Nah, dengan adanya hujan, mengakibatkan asap-asap itu naik,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, diwawancara, Selasa, 27 Oktober 2026.
Agus mengatakan, berdasarkan hasil operasi modifikasi cuaca yang dilakukan tim Unit Modifikasi Cuaca (UMC) berhasil memicu turunnya hujan di beberapa titik wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
”Operasi modifikasi cuaca oleh tim UMC ini saya lihat berhasil dan mengakibatkan terjadinya hujan di wilayah Kalsel dan Kalteng,” katanya.
Menurutnya, dalam dua hari terakhir, kondisi udara dirasakan semakin pekat dan pengap. Hal tersebut dipicu oleh tiupan angin yang relatif rendah serta suhu udara cukup panas.
Agus menambahkan, pergerakan udara dari lapisan atas yang membawa sisa asap tebal mengakibatkan munculnya kabut asap di wilayah perkotaan seperti Kota Kuala Pembuang dan sekitarnya. Asap ini tidak hanya berasal dari wilayah lokal, tetapi juga berpotensi terbawa oleh arah angin dari wilayah tetangga dan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
”Jadi karena angin dan udara kita agak lembab, kemudian angin kurang kencang, membuat suhu udara di tempat kita cukup panas kita rasakan pengap dan udara yang ada di atas itu turun ke bawah mengakibatkan asap-asap tebal yang ada di Kota Kuala Pembuang,” jelasnya.
Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah guna mengantisipasi dampak buruk kabut asap terhadap sistem pernapasan. Apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah agar selalu mengenakan masker untuk mengurangi paparan kabut asap.
”Kami juga mengimbau masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar rumah guna menghindari dampak buruk kabut asap terhadap sistem pernapasan. Dan selalu kenakan masker jika terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan,” paparnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

