wajahborneo.com, Seruyan — Pelaksanaan Operasi Patuh 2026 pada pekan pertama di Kabupaten Seruyan mencatatkan angka pelanggaran yang cukup tinggi.
Data Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Seruyan, sepekan sejak dimulainya operasi Senin, 26 Oktober lalu mencatat, pelanggar yang tidak menggunakan kelengkapan berkendara dan ditilang secara elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) sebanyak 140 pelanggar. Selain itu, pelanggaran lain yang diberikan teguran sebanyak 151.
Untuk penindakan teguran, pelanggaran terbanyak meliputi pengendara yang tidak memakai helm, melawan arus, pengendara di bawah umur, hingga penggunaan ponsel saat berkendara.
“Dari data pekan pertama, tercatat sebanyak 140 pelanggar ETLE mobile dan 151 pelanggar yang diberikan tindakan teguran. Mayoritas pelanggaran terkait ETLE didominasi pengendara yang tidak menggunakan helm pengaman,” kata AKBP Gusti Agung Ayu Udayani Addi, SH, S.I.K melalui Kasatlantas Polres Seruyan, Iptu Subronto, SH, MAP, Senin, 2 November 2026.
Subronto menuturkan, tujuan utama dari operasi ini bukan sekadar memberikan sanksi dan teguran, melainkan upaya membangun kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas. Melalui edukasi humanis, penegakan hukum yang profesional, serta pelayanan yang santun, Polantas hadir untuk melindungi dan menjaga keselamatan masyarakat.
Penyesuaian Operasi Berdasarkan Karakteristik Wilayah
Secara garis besar sambung Subronto, berdasarkan instruksi Korlantas, pelaksanaan operasi tahun ini disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi wilayah masing-masing. Khusus untuk wilayah Kalimantan dan Sumatra yang saat ini masih dalam kondisi siaga bencana Karhutla, pelaksanaan operasi tidak harus mengikuti instruksi pusat, melainkan disesuaikan dengan direktif serta kebutuhan di lapangan.
“Sebagai bentuk respons terhadap dampak bencana Karhutla dan kekeringan, jajaran kepolisian bersama instansi terkait turut berkolaborasi dalam melakukan langkah-langkah kemanusiaan. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan di antaranya adalah pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan serta membantu pembuatan sumur bor di sejumlah titik lokasi.
“Operasi keselamatan ini masih akan terus berlanjut hingga pekan kedua dengan mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta humanis guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Kabupaten Seruyan,” jelasnya. (*/red3)

