wajahborrneo.com, Seruyan — Memastikan kesiapan petugas dan dukungan seluruh stakeholder dalam pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Seruyan menggelar Apel Siaga Sensus Ekonomi di Halaman Kantor BPS Seruyan, Kuala Pembuang Kecamatan Seruyan Hilir, Selasa, 2 Juni 2026.
Apel yang dipimpin langsung Kepala BPS Seruyan, Muh Ar Razik itu dihadiri koordinator dan petugas sensus di sejumlah kecamatan. SE2026 yang dijadwalkan berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 tersebut akan melibatkan 155 petugas sensus di seluruh wilayah Kabupaten Seruyan.
Muh Ar Razik mengutarakan, SE2026 bertujuan untuk memetakan informasi komprehensif mengenai potensi riil ekonomi daerah, struktur usaha masyarakat dan perkembangan UMKM, tingkat produktivitas sektor ekonomi hingga sektor pariwisata serta berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Selain itu, SE2026 bertujuan untuk memetakan struktur ekonomi nasional dan daerah, mengumpulkan data dasar yang nantinya menjadi landasan pemerintah dalam menyusun berbagai program dan kebijakan.
“SE2026 akan memotret aktivitas ekonomi dari semua sektor, termasuk ekonomi digital hingga ekonomi lingkungan,” kata Muh Ar Razik didampingi Cinthia E. Yunitha, Ketua Tim Sensus Ekonomi saat diwawancara media.
“Dengan potret yang diperoleh dari sensus ekonomi ini nantinya diharapkan penajaman sasaran program pemerintah lebih memberdayakan dan berdampak ekonomi dengan penguatan data yang lebih akurat dan tepat sasaran,” katanya.
Dalam pelaksanaan SE2026 ini, BPS juga bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga desa, untuk mendukung penuh jalannya sensus melalui koordinasi dan sosialisasi.
“Data ekonomi yang valid, mutakhir sangat dibutuhkan sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan nasional dan daerah,” ujarnya
“Harapan kami, terima petugas dengan baik, petugas kami akan mendatangi door to door dari rumah ke rumah masyarakat. Mohon dukungannya dengan memberi jawaban secara jujur kepada petugas. Kegiatan ini tidak terkait dengan pajak, data akan dirahasiakan dan dilindungi,” sambungnya. (bam/red3)
