Arsip Daerah Bisa Jadi Sarana Edukasi Sejarah, DPRD Kalteng Perkuat Sistem Pengelolaan

Komisi III DPRD Kalteng, Nyelong Inga Simon. Foto/Ist

wajahborneo.com, Palangka Raya — Penguatan sistem kearsipan daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng) mendesak dilakukan, agar dokumen dan benda bersejarah yang menyimpan jejak historis daerah tidak hanya tersimpan rapi, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.

Komisi III DPRD Kalteng, Nyelong Inga Simon saat kunjungan kerja (Kunker) ke Jawa Tengah baru-baru, mengatakan pengelolaan arsip dan dokumentasi sejarah di provinsi harus di benahi tata kelola kearsipannya.

Nyelong menuturkan, sejumlah masukan yang diperoleh dari Jawa Tengah bisa diadopsi untuk memperbaiki sistem pengarsipan di daerahnya.

“Dari hasil kunjungan ke Jawa Tengah belum lama ini, ada beberapa hal yang mereka sampaikan dan bisa menjadi referensi untuk diterapkan di Kalteng,” katanya, Kamis, 2 Agustus 2026.

Nyelong menambahkan, arsip yang terkelola dengan rapi tidak sekadar berfungsi sebagai gudang penyimpanan berkas, melainkan juga menjadi jendela bagi publik untuk menelusuri dinamika pemerintahan, budaya, serta kehidupan sosial masyarakat dari waktu ke waktu.

“Ketersediaan arsip yang mudah diakses, akan mempermudah masyarakat memahami perjalanan panjang daerahnya sendiri,” ujarnya.

Dia memaparkan dokumen dan artefak bersejarah yang terawat baik dapat difungsikan sebagai rujukan pembelajaran sekaligus bahan riset untuk memperkaya wawasan kebangsaan. aspek tersebut kerap luput dari perhatian, padahal punya nilai strategis jangka panjang bagi daerah.

Dijelaskan, besarnya potensi sejarah yang dimiliki Kalteng namun belum terdokumentasi secara sistematis. Catatan tentang budaya lokal, dinamika perkembangan wilayah, hingga moda transportasi tradisional khas Kalteng, perlu segera dihimpun dan diarsipkan sebelum tergerus oleh perubahan zaman. (din/red2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

error: Content is protected !!
Exit mobile version