Ketua DPRD Kalteng: Bangsa Besar Adalah yang Belajar dari Masa Lalunya

Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S Dohong. Foto/Ist

wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Generasi muda harus memahami sejarah bangsa sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan dan belajar dari masa lalunya

Pernyatan itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S Dohong, Rabu, 1 Oktober 2025.

Arton mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa para pahlawan dan belajar dari masa lalunya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Arton menilai, memahami sejarah bukan sekadar mengenang peristiwa heroik, melainkan juga membangun kesadaran nasional agar generasi muda mampu meneladani semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober merupakan momen penting untuk memperteguh komitmen kebangsaan dan memperkokoh semangat persatuan. Ia menegaskan bahwa Pancasila adalah benteng utama bangsa dari berbagai ideologi yang bertentangan dengan dasar negara,” Arton S Dohong – Ketua DPRD Kalteng.

“Semangat ini harus terus kita rawat bersama. Mari jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat untuk memperkuat persatuan, memperdalam nilai kebangsaan, dan menjaga keutuhan NKRI, khususnya di Kalteng,” ujarnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalteng ini juga menegaskan DPRD siap bersinergi dengan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan elemen masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Ia mengingatkan, di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, generasi muda rawan kehilangan identitas kebangsaannya jika tidak dibentengi dengan nilai-nilai Pancasila. “Pendidikan karakter dan sejarah harus diperkuat agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya,” ucapnya.

Arton menillai, menanamkan nilai Pancasila tidak cukup hanya lewat upacara atau seremoni, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama.

“Menjaga Pancasila dan NKRI bukan tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara. Kita harus terus bersatu dan melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa demi Indonesia yang kuat dan berdaulat,” tutupnya. (din/red2)

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link