wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak hanya berfungsi sebagai lembaga bisnis, tetapi juga sebagai instrumen pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.
Demikian dikatakan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan di Palangka Raya, Selasa, 7 Oktober 2025.
Bambang menilai BUMD harus tampil sebagai motor utama dalam mendorong pembangunan dan memperkuat ekonomi daerah. BUMD bukan sekadar entitas bisnis, melainkan bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan.
“Dengan pembinaan yang tepat dan strategi usaha yang inovatif, BUMD bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Kalteng,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini kinerja sebagian BUMD belum maksimal karena masih terkendala tata kelola dan lemahnya inovasi usaha. Padahal, bila dikelola secara profesional dan transparan, BUMD mampu memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kuncinya profesionalisme dan efisiensi. Kalau dikelola dengan baik, BUMD bukan hanya sehat secara keuangan, tetapi juga bisa membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal,” katanya.
Bambang mendorong pemerintah daerah untuk memberikan ruang lebih luas bagi BUMD mengembangkan sektor usaha sesuai potensi wilayah. Sektor perdagangan, pengelolaan sumber daya alam, hingga layanan publik memiliki peluang besar untuk digarap.
“BUMD harus diberi ruang berinovasi. Pemerintah jangan hanya menuntut hasil, tapi juga mendukung penuh dari sisi regulasi dan pendanaan,” ujarnya.
Politikus PDI Perjuangan ini menekankan, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan. Pemerintah daerah, BUMD, dan masyarakat harus berjalan seiring agar potensi ekonomi Kalteng bisa dimanfaatkan secara optimal.
“Keberhasilan BUMD adalah cerminan sinergi semua pihak. Dengan komitmen dan keseriusan bersama, BUMD bisa jadi kebanggaan daerah,” tuturnya.
“Kalau semua pihak serius, saya yakin BUMD Kalteng bisa bersaing di tingkat nasional dan menjadi simbol kemandirian ekonomi daerah,” pungkasnya. (din/red2)

