BBM Langka Bikin Warga Barito Utara Resah, DPRD Desak Pertamina Ambil Langkah Nyata

wajahb👁️rneo.com, Barito Utara — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Muara Teweh memicu keresahan luas di tengah masyarakat. Kondisi ini mendapat sorotan serius dari Anggota DPRD Barito Utara, Parmana Setiawan, yang meminta PT Pertamina segera mengambil langkah konkret dan solutif. Jumat, 5 Desember 2025.

Parmana menilai, dalam situasi krisis BBM seperti saat ini, pemerintah daerah kerap menjadi sasaran kemarahan warga karena dianggap berada di garis depan pelayanan publik, meskipun kewenangan utama pengelolaan dan distribusi BBM berada di tangan pemerintah pusat dan Pertamina.

“Ada persepsi di masyarakat bahwa pemerintah daerah memiliki kuasa penuh untuk menyelesaikan masalah di wilayahnya. Padahal, dalam rantai pasok BBM, peran utama ada di level pusat,” kata Parmana.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, masyarakat perlu memahami pembagian peran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Pertamina dalam tata kelola energi nasional.

“Pasokan dan distribusi BBM itu menjadi tanggung jawab PT Pertamina di bawah kebijakan pemerintah pusat, melalui Kementerian ESDM dan BPH Migas. Ini yang sering kali belum dipahami secara utuh oleh masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Parmana tidak menafikan peran pemerintah daerah dalam kondisi darurat. Menurutnya, Pemda tetap memiliki fungsi penting sebagai pendukung, terutama dalam pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di wilayahnya.

“Pemerintah daerah berperan mengawasi distribusi agar tepat sasaran, mengusulkan penambahan kuota lokal, serta membantu koordinasi jika terjadi hambatan distribusi, misalnya akibat cuaca ekstrem atau gangguan transportasi,” jelasnya.

Parmana juga mengungkapkan bahwa kelangkaan BBM kerap diperparah oleh faktor-faktor lokal, seperti gangguan jalur distribusi, praktik penyelewengan oleh oknum, hingga aksi panic buying di tengah masyarakat.

“Dalam kondisi seperti itu, pemerintah daerah selalu dituntut untuk cepat bertindak, meskipun kendali pasokan bukan sepenuhnya di tangan mereka,” tuturnya.

Ia menegaskan, Pertamina sebagai badan usaha yang diberi mandat negara harus hadir dengan solusi nyata di tengah keresahan warga Barito Utara.

“Saya meminta Pertamina benar-benar menjalankan mandatnya untuk menyediakan energi bagi seluruh masyarakat dan segera mengambil langkah antisipatif serta solutif untuk mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi saat ini,” tegas Parmana.

Parmana bahkan mengaku merasakan langsung dampak krisis tersebut.

“Semua warga Barito Utara resah. Saya sendiri sempat mendorong motor sampai ke rumah karena kehabisan BBM, karena di SPBU kosong dan pedagang eceran pun tidak ada stok,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link