
wajahborneo.com, Seruyan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena El Niño tahun 2026 yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang, kekeringan ekstrem, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Melalui poster edukasi yang disebarluaskan kepada masyarakat, BPBD Kabupaten Seruyan mengingatkan bahwa periode El Nino diperkirakan berlangsung mulai April hingga Oktober 2026, dengan puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seruyan, Agus SUpriadi, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini agar dampak El Niño dapat diminimalkan.
“Antisipasi sejak awal menjadi kunci agar masyarakat dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih siap, baik dalam menjaga ketersediaan air maupun mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan BPBD, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi terdampak El Niño, di antaranya Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian wilayah Kalimantan, serta Sulawesi.
BPBD Kabupaten Seruyan menyebutkan beberapa dampak yang berpotensi terjadi selama El Niño, antara lain kekeringan berkepanjangan. Krisis air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, dan ancaman gagal panen di sektor pertanian.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Sebagai upaya mengurangi dampak El Niño, BPBD Kabupaten Seruyan mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa langkah pencegahan, di antaranya menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air bersih, menyesuaikan pola tanam sesuai kondisi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.
BPBD Kabupaten Seruyan menegaskan bahwa pencegahan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta mendukung upaya mitigasi bencana selama musim kemarau berlangsung, “ tegasnya.
Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan dampak El Niño terhadap masyarakat maupun lingkungan di Kabupaten Seruyan dapat ditekan seminimal mungkin. (bam/red3)
