Bupati Ahmad Selanorwanda Pimpin Apel Harjad Ke-69 Kalteng di Seruyan

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda beserta jajaran saat mengikuti pelaksanaan Harjad Kalteng ke-69 di Halaman Kantor Sekretariat Daerah, Senin, 25 Mei 2026. Foto/Said Muhamad Dandi

wajahborneo.com, Seruyan — Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda memimpin apel peringatan Hari Jadi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke-69 di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Senin, 25 Mei 2026.

“Pada momen yang bersejarah ini, mari kita menundukkan kepala untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pendahulu, kepada tokoh pendiri, pemimpin terdahulu, tokoh adat, dan para pejuang yang telah berjasa besar meletakkan fondasi Kalimantan Tengah yang kuat,” kata Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng pada Harjad Kalteng Ke-69.

Kegiatan tersebut diikuti juga Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Seruyan dr Bahrun Abbas, Wakapolres Seruyan Kompol Syaifullah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seruyan Welduline Ahmad Selanorwanda, SOPD, dan FKPD.

Wanda mengutarakan, setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya. Para pendahulu sudah menunaikan pengabdian dengan segala keterbatasan di zamannya. Amanah ini bukan sekadar melanjutkan estafet pembangunan, tetapi memastikan Kalteng terus bergerak maju.

Ditambahkan Wanda, 69 tahun merupakan perjalanan panjang yang mengajarkan tentang arti perjuangan dan harapan. Daerah ini dibangun tidak dengan kemudahan, melainkan semangat Isen Mulang untuk bertahan dan bangkit dari keterbatasan infrastruktur, tantangan geografis, hingga dinamika perubahan zaman.

“Kalteng harus membuktikan diri sebagai daerah kuat. Namun perlu kita pahami bahwa membangun daerah butuh proses. Ada tahapan perencanaan, penganggaran, dan tahapan pelaksanaan.  Implementasi program baru berjalan efektif 1 tahun hingga 1 tahun 3 bulan menyesuaikan siklus APBD yang telah berjalan. Untuk itu, di tengah tantangan fiskal, kita memilih jalan efisiensi,” ujarnya.

Dia menegaskan, efisiensi bukan berarti mengurangi semangat membangun. Efisiensi memastikan setiap rupiah uang rakyat menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat dengan fokus pada prioritas dan berdampak langsung terhadap masyarakat. Di samping itu, program harus tegak lurus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia karena pembangunan daerah akan lebih cepat, tumbuh lebih kuat, dan maju lebih hebat apabila pusat dan daerah bergerak seirama.

Selain itu, dia mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), karena Kalteng merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi Karhutla.

“Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan bencana besar. Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan,” paparnya. (dan/red3)

Tinggalkan Balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Share via
Copy link