Bupati Seruyan Gelar Syukuran, Peringati 3 Tahun Kepemimpinannya

BUPATI SERUYAN Yulhaidir memberikan keterangan kepada sejumlah jurnalis di sela acara syukuran 3 tahun kepemimpinannya di Pendopo Rujab Bupati, Sabtu, 25 September 2021. Foto/Ist

WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Memeringati tiga tahun kepemimpinannya sebagai Bupati Seruyan, Yulhaidir menggelar syukuran dengan mengundang masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Seruyan, Sabtu, 25 September 2021

Agar tidak terjadi kerumunan sesuai protokol kesehatan, undangan dibagi menjadi dua, di pagi hari dan siang hari.

Kepada sejumlah jurnalis di sela acara syukuran, Bupati Seruyan Yulhaidir mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus menangani infrastruktur jalan penghubung antar desa dan kecamatan serta juga sarana prasarana pertanian maupun perikanan.

“Saat ini ada 75 unit hand tracktor untuk pertanian yang masih dalam tahap proses,” katanya.

Bupati menambahkan, salah satu program yang hingga saat ini masih berjalan yakni pelayanan kesehatan melalui BPJS kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat yang setiap tahunnya dianggarkan sebesar Rp19 miliar.

Disisi lain kata Bupati, terkait penanganan infrastruktur jalan penghubung dari Simpang Bangkal menuju Kuala Pembuang dan Pelabuhan Segintung akan tuntas pembangunannya pada 2023. Sedangkan untuk penanganan jalan Asam Baru – Seruyan Tengah hingga Suling Tambun pihaknya menyiapkan alat berat khusus yang disiagakan.

“Kemarin saya sudah sampaikan kepada pak Gubernur, beliau menyampaikan untuk jalan Simpang Bangkal – Kuala Pembuang menuju Pelabuhan Segintung ditarget 2023 harus tuntas,” katanya.

“Saya mengakui sebagai manusia biasa ada salah dan khilaf, tolong kepada masyarakat yang mungkin ada janji saya yang belum terpenuhi pada saat saya kampanye sampaikan kepada saya, mumpung masih ada waktu dua tahun,” pintanya.

Orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Gawi Hatantiring tersebut mengatakan, seingatnya yang hingga kini belum direalisasikan adalah Islamic Center.

“Saya akui memang tidak bisa semua diakomodir karena keterbatasan anggaran, keterbatasan kami juga, ada kurang ada lebih, tapi itu manusiawi,” katanya.

“Kalau Islamic Center, kita masih bisa menggunakan masjid-masjid yang ada untuk melaksanakan salat, saat ini akses jalan yang menjadi prioritas karena jalan merupakan kebutuhan primer untuk arus barang, arus orang, kalau jalannya tidak baik maka akan berpengaruh juga dengan kebutuhan pokok masyarakat,” katanya lagi.

Sedangkan program lainnya katanya sudah tuntas, seperti insentif RW yang dulu Rp250 ribu sudah naik menjadi Rp500 ribu, RT menjadi Rp600 ribu, begitu juga dengan perangkat desa yang juga sudah disesuaikan.

Sementara itu, dalam rangka menangani banjir, Pemkab Seruyan terlah mengalokasikan beras pemerintah kurang lebih 97 ton yang akan dibagikan kepada masyarakat terdampak banjir di sejumlah kecamatan.

“Bantuan-bantuan penanganan banjir sudah mengalir,” paparnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version