Dewan Seruyan Ingin BBM Subsidi Untuk Nelayan Laut dan Budidaya di Pisah

ANGGOTA DPRD Seruyan dari Dapil 1, H Syamsudin. Foto/Ist

WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) H Syamsudin menginginkan, penerima Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk nelayan harus dipisah. Itu dilakukan untuk menertibkan penggunaan BBM dari pemerintah.

Anggota DPRD Seruyan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, H Syamsudin, Selasa, 11 April 2023 mengutarakan, antara nelayan laut dan tambak memiliki jatah BBM Subsidi yang berbeda. Pasalnya, nelayan laut dalam melakukan kegiatan tangkap ikan biasanya perorangan.

“Kalau untuk nelayan yang melaut, mereka itu sendiri-sendiri sehingga dari dermaga singgah menuju laut itu memerlukan minyak yang cukup banyak, sehingga di beri jatah per orang,” ujarnya.

Sementara, untuk nelayan budi daya atau tambak ikan mendapatkan jatah BBM Subsidi per kelompok. Politisi PPP ini juga mengatakan, jatah BBM Subsidi yang di terima oleh nelayan yaitu sebanyak 32 liter baik itu nelayan laut maupun tambak.

“Untuk nelayan tambak itu mengelolanya perkelompok, jadi kerjanya juga berkelompok, untuk jatah BBM subsidi yang diberikan itu 32 liter baik itu nelayan laut dan nelayan tambak,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link