wajahborneo.com, Seruyan — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Riza Syahputra, Selasa, 25 Agustus 2026, mengutarakan kabut asap mengandung berbagai partikel berbahaya yang dapat memicu masalah kesehatan kronis. Kelompok rentan seperti anak-anak, balita, lansia, ibu hamil, penderita penyakit pernapasan dan jantung agar lebih maksimal menjaga kondisi fisik.
Riza menyebut, dampak kesehatan yang harus diwaspadai akibat paparan asap di antaranya iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, batuk, pilek, hingga sesak napas.
“Dampak kabut asap juga dapat memperburuk penyakit asma, bronkitis, dan PPOK, serta meningkatkan risiko gangguan jantung. Hingga berisiko bagi kesehatan ibu hamil, janin, lansia, serta balita,” ujarnya.
Dia menjelaskan, meminimalisasi risiko terjangkit penyakit akibat polusi udara tersebut, Dinkes Seruyan beberapa tips pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya mengurangi aktivitas diluar rumah khususnya pada pagi dan sore hari saat kualitas udara memburuk, wajib mengenakan masker yang sesuai (masker medis atau N95) jika terpaksa keluar rumah, menutup rapat akses masuk udara luar agar asap tidak memenuhi dalam rumah, memperbanyak meminum air putih untuk memastikan kecukupan konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
“Kita juga menyarankan agar masyarakat mengkonsumsi makanan bergizi dengan memperbanyak asupan buah dan sayur guna memperkuat sistem kekebalan tubuh, beristirahat yang cukup, melakukan olahraga ringan di dalam ruangan, dan kelola stres,” katanya.
Riza mengimbau, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat atau menghubungi Puskesmas setempat. Masyarakat juga diperintahkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan demi menjaga kualitas udara tetap bersih.
“Masyarakat agar segera memeriksakan kesehatan diri jika mengalami gejala batuk berkepanjangan, sesak napas, atau nyeri dada,” paparnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto
