WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Seruyan, Rusdi Hidayat mengakui, saat ini pihaknya masih kekurangan tenaga pengawas guru jika dibandingkan dengan jumlah sekolah.
Akibatnya, pengawasan terhadap aktivitas sekolah khususnya disiplin tenaga pengajar yang sering disorot masyarakat berjalan kurang maksimal.
“Tenaga pengawas kita masih sangat kurang,” kata Kadisdik Seruyan Rusdi Hidayat, Selasa, 21 Maret 2023.
Rusdi mencontohkan, dari 48 sekolah menengah pertama (SMP), Disdik Seruyan hanya memiliki 4 tenaga pengawas. Sehingga dengan keterbatasan tenaga pengawas tersebut, pengawasan terhadap sekolah-sekolah di Seruyan juga kurang maksimal,
“Pasti berdampak pada kualitas pendidikan di Seruyan, karena jumlah tenaga pengawas kurang, pastinya kendala dan permasalahan di sekolah juga sulit untuk dipantau,” terangnya.
Rusdi menjelaskan, saat ini pihaknya terus berupaya menambah tenaga pengawas namun karena adanya perubahan regulasi yang mana sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Budaya (Kemdikbud) nomor 40 tahun 2021, kepala sekolah dan tenaga pengawas harus mempunyai sertifikat guru penggerak.
“Sertifikat guru penggerak itu menjadi syarat utama yang harus dilengkapi agar bisa menjadi pengawas maupun kepala sekolah,” paparnya.

