wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Pelabuhan Segintung memiliki potensi strategis dan nilai ekonomis tinggi, mengingat Seruyan merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di Kalteng. Namun, selama ini hasil produksi justru banyak dikirim melalui pelabuhan di daerah lain, sehingga keuntungan ekonomi pun mengalir keluar provinsi.
“Pelabuhan Segintung punya potensi luar biasa, tidak kalah dengan Pelabuhan Bagendang. Jika bisa ditingkatkan menjadi pelabuhan ekspor, tentu dampaknya besar bagi masyarakat Seruyan,” kata Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Ferry Khaidir,
Ferry mendorong Gubernur H. Agustiar Sabran untuk memperjuangkan peningkatan status Pelabuhan Segintung di Kabupaten Seruyan menjadi pelabuhan ekspor. LLangkah tersebut akan menjadi terobosan besar bagi kemandirian ekonomi daerah, khususnya sektor perkebunan kelapa sawit.
Menurut Ferry, ketimpangan distribusi keuntungan dari hasil sawit menjadi salah satu persoalan utama yang perlu dibenahi. Selama ini, pajak dan retribusi dari aktivitas perkebunan sawit lebih banyak dinikmati daerah lain seperti Kotawaringin Timur dan bahkan Pekanbaru, Riau, sementara Seruyan hanya berperan sebagai penghasil bahan mentah.
“Kita ini hanya penghasil, tapi pajak yang masuk minim. Sudah saatnya Pak Gubernur memperjuangkan status Pelabuhan Segintung agar bisa menjadi pelabuhan ekspor,” katanya.
Ferry mengungkapkan, infrastruktur dasar Pelabuhan Segintung sudah mulai dibangun sejak masa kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran, namun masih diperlukan peningkatan akses jalan dari Bangkal menuju Kuala Pembuang untuk mendukung kelancaran arus barang dan logistik.
Selain itu, ia juga menyoroti perlunya pengawasan dan evaluasi kontribusi pajak dari perusahaan besar swasta di Seruyan yang dinilai belum sebanding dengan luasnya areal perkebunan yang mereka kelola.
“Keuntungan besar dari sawit banyak dinikmati daerah lain, padahal kebunnya di Seruyan. Kalau Pelabuhan Segintung naik status, potensi pendapatan daerah bisa meningkat signifikan,” jelasnya. (din/red2)
