Dorong Kesejahteraan Petani, Bupati Seruyan dan Bulog Sampit Bahas Strategi Serapan Hasil Panen

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda menerima kunjungan Kepala Bulog Sampit M Azhar Fuad di ruang kerjanya pada Senin, 10 Juni 2024. Kunjungan ini bertujuan selain mempererat silaturahmi sekaligus membahas hasil serapan padi dan jagung di wilayah Seruyan. Foto/Ist

wajahb👁️rneo.com, Seruyan – Komitmen Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam memperkuat sektor pertanian kembali ditegaskan. Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda menerima kunjungan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sampit, M Azhar Fuad, di ruang kerjanya, Senin, 10 Juni 2024.

Dalam kunjungan ini, Ahmad Selanorwandan dan M Azhar Fuad membahas capaian dan peluang besar dalam pengelolaan hasil pertanian di Seruyan ke depan.

Dalam laporannya, M Azhar Fuad menyampaikan Bulog telah berhasil menyerap gabah dan jagung dari petani Seruyan hingga mencapai 2.400 ton.

Angka ini mencerminkan potensi besar daerah yang perlahan mulai bangkit sebagai lumbung pangan Kalimantan Tengah.

Sementara, Bupati Ahmad Selanorwanda menyambut baik capaian tersebut.

Wanda-sapaannya- menyebut jika pertanian adalah tulang punggung perekonomian Seruyan.

Dia juga mencermati bahwa optimalisasi panen masih menghadapi tantangan, di mana sebagian besar wilayah belum mampu panen dua kali dalam setahun.

“Ini menjadi catatan penting, dan kita akan bekerja keras untuk mendorong produktivitas lahan secara maksimal,” katanya.

Salah satu sorotan dalam diskusi adalah pentingnya menjaga kualitas beras lokal, terutama varietas Epang atau Siam.

Bupati dan Kepala Bulog sepakat bahwa beras hasil panen pertama dan kedua memiliki mutu unggul dan harus dipertahankan kualitasnya. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun daya saing beras lokal di pasar regional.

Dalam pertemuan itu juga dibahas langkah strategis jangka panjang, pengembangan industri pengolahan beras di Seruyan. Dengan potensi lahan yang diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 2.000 ton gabah, dibuka peluang besar untuk mendirikan fasilitas pengeringan hingga pabrik modern pengolahan beras.

Investasi ini dinilai krusial untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.

“Kita ingin kebijakan pertanian yang benar-benar menyentuh kebutuhan mereka di lapangan. Karena pada akhirnya, kemajuan pertanian adalah kemajuan Seruyan itu sendiri,” tegasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog, harapan untuk menjadikan Seruyan sebagai kawasan pertanian yang produktif dan sejahtera semakin terbuka lebar. (Akh/red3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version