DPRD Kalteng Desak Percepatan Infrastruktur : Jalan dan Jembatan Urat Nadi Ekonomi

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sirajul Rahman. Foto/Ist

wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sirajul Rahman, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur di Bumi Tambun Bungai, khususnya jalan dan jembatan yang masih tertinggal di sejumlah wilayah. Ia menyebut infrastruktur sebagai urat nadi perekonomian yang harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi masa depan yang menentukan kemajuan daerah. Jalan dan jembatan yang layak akan membuka akses, mengurangi biaya logistik, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama di pelosok,” tegas Sirajul, Jumat, 21 Februari 2025.

Dia mengungkapkan bahwa hingga kini masih banyak wilayah di Kalteng yang terisolasi karena minimnya akses jalan yang memadai. Hal ini, kata dia, bukan hanya menyulitkan mobilitas masyarakat, tetapi juga menghambat distribusi barang dan jasa, serta memperlambat pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sudah saatnya pemerintah bertindak lebih progresif. Daerah-daerah tertinggal harus mendapat perhatian lebih melalui pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan,” ujarnya.

Sirajul juga mendorong adanya alokasi anggaran yang lebih besar untuk pembangunan jalan dan jembatan, serta peningkatan koordinasi lintas sektor agar proyek-proyek yang direncanakan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami di DPRD siap mengawal dan mendukung setiap langkah percepatan pembangunan infrastruktur melalui pengawasan dan regulasi yang mendukung. Jangan sampai potensi daerah ini terhambat hanya karena akses jalan yang buruk,” ujarnya.

Sirajul berharap, dengan komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif, Kalimantan Tengah dapat keluar dari ketertinggalan infrastruktur dan menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. (din/red2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Exit mobile version