DPRD Kalteng Dorong Pemprov Ambil Alih Pengelolaan Jalan Asam Baru–Rantau Pulut, Warga Pedalaman Seruyan Harap Akses Lebih Baik

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono. Foto/Ist

wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Kondisi jalan Asam Baru–Rantau Pulut di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang rusak parah membuat masyarakat di wilayah pedalaman semakin kesulitan beraktivitas.

Terkait itu, Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sudarsono mendorong agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng segera mengambil alih pengelolaan dan penanganan ruas jalan tersebut.

Usulan itu disampaikan sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang mengeluhkan rusaknya jalur penghubung utama antar kecamatan di bagian hulu Seruyan. Ruas jalan ini membentang panjang melewati Batu Ampar, Seruyan Tengah, Seruyan Hulu hingga Suling Tambun, dan menjadi satu-satunya jalur vital yang menghubungkan desa-desa di pedalaman dengan pusat kegiatan ekonomi.

“Penduduk di sana banyak tinggal di bantaran sungai. Sementara status jalannya masih milik Kabupaten Seruyan. Kalau ditangani sendiri oleh kabupaten, tentu berat, karena keterbatasan anggaran dan kemampuan teknis,” katanya, Senin, 28 Juli 2025.

Menurutnya, pengambilalihan jalan oleh Pemprov Kalteng akan membawa dampak besar bagi peningkatan konektivitas dan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut. Dengan dukungan anggaran dan sumber daya yang lebih memadai, pembangunan infrastruktur bisa dilakukan lebih cepat dan menyeluruh.

“Masyarakat berharap jalur itu dikelola oleh provinsi, karena banyak desa menggantungkan aktivitas harian lewat ruas jalan itu. Jika diperbaiki, distribusi barang dan mobilitas warga tentu akan jauh lebih lancar,” ujarnya.

Selain membuka akses ekonomi, perbaikan jalan ini juga diharapkan mampu mengurangi isolasi sejumlah desa di pedalaman Seruyan yang selama ini sulit mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Sudarsono menegaskan, DPRD Kalteng berkomitmen mengawal proses pengambilalihan pengelolaan jalan Asam Baru–Rantau Pulut agar bisa dibahas secara teknis dalam forum perencanaan pembangunan.

“Kami di DPRD siap mendorong agar Pemprov segera turun tangan. Jalan ini penting, bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (din/red2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version