Kelapa Sawit Dijarah, DPRD Kalteng: Kita Tidak Bisa Diam

Komisi II DPRD Kalteng, Junaidi. Foto/Ist

wajahbπŸ‘οΈrneo.com, Palangka Raya – Kasus pencurian buah kelapa sawit yang semakin marak di Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat perhatian serius DPRD Kalteng.

Melihat tren meningkatnya aksi penjarahan di sejumlah kabupaten seperti Kotawaringin Timur (Kotim), Seruyan, dan Kotawaringin Barat (Kobar), Komisi II DPRD Kalteng akan mengambil langkah cepat.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng, Junaidi, menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena ini. Ia menilai, pencurian sawit tidak hanya merugikan perusahaan besar, tetapi juga koperasi desa yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.

β€œKami sangat prihatin dan miris membaca laporan-laporan yang menunjukkan meningkatnya kasus pencurian ini,” ujar Junaidi dalam keterangannya, Rabu, 8 Januari 2025.

DPRD Kalteng juga berencana akan menggelar kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Kotim dalam waktu dekat.

Langkah ini diambil untuk menyerap informasi langsung dari lapangan, termasuk bertemu dengan perusahaan perkebunan, koperasi sawit, hingga masyarakat desa yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

β€œKami ingin mengetahui secara utuh akar masalahnya, bukan hanya dari satu sisi saja. Semua pihak harus didengar agar solusi yang dirumuskan benar-benar tepat sasaran,” tegas Junaidi.

Menurutnya, data dan masukan yang diperoleh dari kunjungan ini akan menjadi bahan penting untuk menyusun rekomendasi kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

β€œKita ingin mencari solusi jangka panjang, bukan hanya tindakan reaktif. Harus ada keseimbangan antara penegakan hukum dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.

DPRD Kalteng berharap, langkah cepat ini bisa meredam konflik yang berpotensi meluas serta menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan, koperasi, dan masyarakat desa.

β€œKita optimistis, dengan komunikasi yang baik dan solusi konkret, persoalan pencurian sawit bisa diatasi bersama,” paparnya. (din/red2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

error: Content is protected !!
Exit mobile version