wajahborneo.com, Palangka Raya — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperbaiki kualitas kemasan produk dan memanfaatkan teknologi produksi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sengkon, di Palangka Raya, Rabu, 3 Juni 2026 mengatakan, salah satu titik lemah pelaku UMKM di Kalteng selama ini adalah kemasan yang belum memenuhi standar pasar modern.
“Kemasan yang kurang menarik dan tidak higienis kerap membuat produk sulit menembus ritel maupun platform e-commerce, meski kualitas isi produk sebenarnya tidak kalah bersaing,” katanya.
Sengkon menambahkan, kualitas produk harus menjadi prioritas. Hal tersebut merupakan dasar utama agar UMKM bisa berkembang dan bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Pelaku usaha perlu aktif mengikuti pelatihan agar mampu meningkatkan kualitas produksi, mulai dari pengolahan hingga pengemasan,” ujarnya.
Selain kemasan, Sengkon menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dalam proses produksi. Ia menilai penggunaan alat dan mesin produksi yang lebih modern dapat mempercepat proses kerja sekaligus menjaga konsistensi mutu, dua hal yang menurutnya sering menjadi kendala UMKM berskala mikro dan kecil.
Sengkon meyakini, penguatan UMKM melalui perbaikan kemasan dan teknologi produksi, akan berdampak langsung pada kontribusi sektor ini terhadap perekonomian daerah, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.
“Melalui peningkatan kualitas, pemanfaatan program pembinaan, serta adaptasi teknologi, UMKM di Kalimantan Tengah diharapkan mampu tumbuh lebih cepat dan memiliki daya saing yang kuat di berbagai segmen pasar,” paparnya (din/red2)

