WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Bupati Seruyan Yulhaidir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Seruyan Ny Fauziah Yulhaidir menghadiri acara lounching program Serambi Budaya Dompet Dhuafa di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan Tahun 2022, Kamis, 31 Maret 2022.
Masyarakat Desa Pematang Panjang dikenal sebagai desa perajin purun. Tanaman purun yang dianggap sebagai gulma, oleh masyarakat desa Pematang Panjang dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan atau anyam-anyaman yang biasanya dikerjakan oleh sebagian ibu-ibu rumah tangga.
“Bahwa dalam mempercepat laju pembangunan di bidang kerajinan purun di daerah ini, masih dihadapkan pada beberapa masalah, antara lain masih terbatasnya kemampuan dalam pembuatan kerajianan anyaman purun yang lebih inovatif dan variatif serta terbatasnya kemampuan manajemen distribusi,” kata Yulhaidir
Yulhaidir mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan akan terus turut mengambil peran dan terus berupaya mendukung pelaku usaha kerajinan purun di desa pematang panjang guna menopang ekonomi keluarga.
Kerajinan anyaman purun menjadi potensi unggulan yang mampu menjadi titik ungkit ekonomi masyarakat desa Pematang Panjang, sehingga bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Yulhadiri mendukung pemanfaatan hasil pengrajin berbahan purun ini bisa dimanfaatkan sebagai perlengkapan dan peralatan serta suvenir oleh instansi/Kantor Pemerintahan di Seruyan sebagai pengganti bahan plastik atau sejenisnya.
“Kami memberikan dukungan penuh terkait pemanfaatan bahan purun sebagai sumber peningkatan ekonomi kepada masyarakat dan ramah lingkungan,” paparnya.

