wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Akses jalan yang layak merupakan kunci penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Karenanya, petani tidak akan bisa sejahtera jika jalan menuju lahan mereka masih rusak.
Akses yang baik bukan hanya mempermudah distribusi hasil panen, tapi juga menekan biaya dan meningkatkan keuntungan.
Selain itu, perbaikan jalan produksi juga berdampak langsung pada efisiensi rantai pasok dan harga pangan. Dengan distribusi yang lancar, harga di tingkat petani dan konsumen bisa lebih adil.
“Selama ini kita sering bicara ketahanan pangan, tapi lupa bahwa jalan ke lahan adalah bagian dari ketahanan itu sendiri,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Nafsiah, Kamis, 9 Oktober 2025.
Dia menegaskan, percepatan pembangunan jalan produksi pertanian harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Menurutnya, masih banyak wilayah di Kalteng yang memiliki potensi pertanian besar namun belum didukung infrastruktur yang memadai. Akibatnya, biaya angkut hasil pertanian tinggi, waktu pengiriman lama, dan daya saing produk lokal menurun.
“Kalau jalan produksi bagus, hasil pertanian lebih cepat sampai pasar, harga jual lebih stabil, dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” katanya.
Politisi Partai Golkar itu juga mendorong pemerintah daerah untuk memasukkan pembangunan jalan pertanian ke dalam prioritas utama rencana pembangunan tahun mendatang. Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan di Kalteng yang perlu mendapat perhatian serius.
Pemerintah daerah dapat mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan, seperti program pemerintah pusat, padat karya, hingga kemitraan swasta. “Kalau semua pihak mau berkolaborasi, pembangunan bisa lebih cepat dan hasilnya nyata dirasakan masyarakat,” ucapnya.
“Jalan pertanian bukan sekadar penghubung antarwilayah, tapi penghubung antara petani dan kesejahteraan,” tegasnya. (din/red2)

