wajahb👁️rneo.com, Barito Utara — Sejumlah anggota DPRD menyampaikan keluhan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan di RSUD Muara Teweh dalam Rapat Dengar Pendapat, Senin, 11 Agustus 2025.
Anggota DPRD Barito Utara, Hasrat, menyoroti banyak pasien BPJS masih harus membeli obat di luar karena ketersediaan obat di rumah sakit tidak mencukupi.
“Pasien diminta menebus 4 obat, yang terpakai baru 2, tapi diminta tebus lagi. Sisa dua obat ke mana?” tanya Hasrat dalam rapat itu.
Wakil Ketua II DPRD, Henny Rosgiaty, mempertanyakan soal diagnosa yang selalu mengarah ke penyakit jantung.
“Warga sering mengeluhkan selalu didiagnosa sakit jantung. Tapi saat dirujuk ke Banjarmasin, diagnosanya berbeda,” ungkapnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai ketidaktepatan diagnosa, dr. Tiur menyampaikan alat CT Scan di RSUD Muara Teweh sudah lama tidak berfungsi optimal, bahkan dinyatakan rusak sebelum dirinya menjabat sebagai Direktur Utama. Akibatnya, diagnosa awal yang dilakukan tidak bisa dipastikan akurasinya.
“Rujukan ke faskes lebih tinggi seperti Palangka Raya atau Banjarmasin adalah upaya memastikan diagnosa yang sebenarnya,” terang Tiur.
Terkait pemberian obat, dr. Tiur menyatakan pihak rumah sakit hanya memberikan obat dasar terlebih dahulu sebelum pasien dirujuk atau mendapatkan diagnosa lanjutan. (yon//red2)

