wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya – Pentingnya peningkatan kualitas layanan dan aksesibilitas perbankan bagi seluruh lapisan masyarakat. Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono, menginginkan agar Bank Kalteng tampil lebih progresif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bank Kalteng jangan hanya jadi lembaga keuangan biasa. Ia harus jadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama untuk pelaku usaha mikro dan UMKM,” tegas Purdiono, di Palangka Raya, Selasa, 4 April 2025.
Purdiono menilai, sebagai bank milik daerah dengan suntikan modal inti lebih dari Rp 3,2 triliun—melampaui syarat minimum OJK sebesar Rp 3 triliun—Bank Kalteng memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi lembaga keuangan daerah yang modern dan berdaya saing tinggi.
“Dengan modal sebesar itu, sudah seharusnya Bank Kalteng tampil lebih kompetitif, tidak kalah dengan bank nasional dan swasta. Yang dibutuhkan sekarang adalah inovasi layanan dan penguatan teknologi digital perbankan,” ujarnya.
Menurut politikus Partai Golkar ini, Bank Kalteng tidak boleh semata-mata mengejar keuntungan. Perannya harus lebih dari itu: mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperluas inklusi keuangan, dan mendorong sektor ekonomi produktif di tingkat bawah.
“Jika akses perbankan diperluas, pelaku usaha kecil akan lebih mudah berkembang. Ini bukan hanya soal uang, tapi juga tentang pemberdayaan ekonomi rakyat yang pada akhirnya akan menggerakkan roda pembangunan,” katanya.
Purdiono menekankan perlunya evaluasi rutin terhadap kinerja Bank Kalteng oleh pemerintah daerah sebagai pemegang saham utama. Ia berharap ke depan bank ini mampu menjawab tantangan zaman dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat daerah.
“Bank Kalteng harus adaptif dan relevan. Jangan sampai tertinggal di era digitalisasi. Kepercayaan publik harus dijaga lewat layanan yang cepat, transparan, dan berpihak pada rakyat,” tutupnya. (din/red2)

