Legislator Kalteng : Ancaman Judi Online, Edukasi Dini Jadi Benteng Utama di Ruang Publik

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono. Foto/Ist

wajahborneo.com, Palangka Raya — Maraknya promosi judi online (judol) yang menyusup ke dalam berbagai platform hiburan digital dan media sosial kini secara nyata menyasar kelompok paling rentan diantaranya, anak-anak dan remaja. Tanpa pemahaman yang memadai mengenai bahaya di balik konten tersebut, generasi muda berisiko tinggi terjerat perilaku adiktif yang merusak masa depan mereka.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono, Jumat, 26 Juni, 2026 mengatakan, edukasi publik—khususnya pemahaman mendasar bagi anak-anak mengenai bahaya perjudian digital—harus segera dijadikan prioritas utama untuk membendung paparan promosi yang makin agresif.

Purdiono mengungkapkan platform yang kerap dianggap aman untuk anak-anak kini justru kerap disusupi iklan perjudian terselubung. Kemudahan akses tersebut membuat konten berbahaya ini dapat memengaruhi pola pikir serta kesehatan mental anak jika dibiarkan tanpa bimbingan.

Menurutnya, langkah antisipasi tidak boleh sekadar mengandalkan pemblokiran teknis, melainkan harus menyentuh akar masalah melalui penguatan edukasi anak di ruang publik.

“Anak-anak perlu diajarkan untuk mengenali bentuk-bentuk manipulasi digital dan memahami dampak buruk judi sejak dini. Dalam konteks ini, peran keluarga menjadi benteng pertahanan paling depan,” katanya.

Orang tua ujarnya, dituntut untuk tidak hanya membatasi waktu layar (screen time), tetapi juga membangun komunikasi terbuka guna mendampingi dan menjelaskan risiko nyata di balik perangkap judi online.

“Upaya perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan pada pundak orang tua semata. Pemerintah dan lembaga terkait harus mengambil tindakan tegas dalam memperketat pengawasan serta membatasi ruang gerak iklan perjudian di seluruh ruang digital,” paparnya.

Dijelaskan, penguatan literasi digital berbasis komunitas dan sekolah juga dinilai sangat penting. Melalui kolaborasi lintas sektor, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan siber yang bersih, aman, dan berpihak pada tumbuh kembang anak. (din/red2)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Share via
Copy link