wajahborneo.com, Seruyan — Memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Seruyan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan akan mengoptimalkan dana belanja tak terduga (BTT) bantuan dari Presiden Republik Indonesia.
”Terkait penggunaan dana bantuan Presiden 20 miliar, memang objek pertama yang kita anggarkan adalah terkait dengan bagaimana kita mengaktivasi pos, baik itu satgas udara dan darat,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, Kamis, 29 Oktober 2026.
Agus mengatakan, komponen penggunaan anggaran tersebut meliputi dukungan logistik, makan minum, bahan bakar minyak (BBM), kemudian mobilisasi satgas udara yang ada di Bandara Kuala Pembuang, kemudian juga terkait dengan honorarium pada saat petugas piket dan pemadaman penanganan di lapangan.
”Anggaran ini kita gunakan untuk logistik, makan minum, BBM, kemudian mobilisasi satgas udara yang ada di Bandara Kuala Pembuang, kemudian juga honorarium untuk mereka piket dan pemadaman penanganan mereka di lapangan. Itu yang kita lebih fokusnya ke sana,” ujarnya.
Dia menuturkan, terkait dengan pengadaan sarana dan prasarana (Sarpras), pihaknya menetapkan pengadaan sapras untuk membeli kebutuhan peralatan pemadaman yang ada di Kabupaten Seruyan ini dari tingkat kecamatan paling ujung sampai dengan ke Kota Kuala Pembuang.
”Kita masih kekurangan peralatan, sesuai dengan kebutuhan yang memang diusulkan dari masyarakat peduli api, dari desa-desa, dan kecamatan yang diusulkan kepada kami. Itu fokusnya 20 miliar arahnya seperti itu,” katanya.
Selain itu, Agus menjelaskan, terkait dengan satgas udara penanganannya itu tidak hanya di Kabupaten Seruyan, tetapi merata hingga wilayah yang memang ada kejadian kebakaran. Memang fokus utama itu adalah taman nasional tanjung puting (TNTP).
”Hari ini mereka melakukan water bombing itu di daerah Jahitan, Baung, sama daerah Pangkalan Bun. Fokusnya memang pembatasan-pembatasan dengan wilayah wilayah kita juga, wilayah Pangkalan Bun dan TNTP”, paparnya.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

