wajahborneo.com, Seruyan – Anak cerdas terlahir dari bimbingan dan didikan orang tua yang baik khususnya karakter seorang ibu. Peran seorang Ibu merupakan Madrasah utama untuk menghasilkan generasi emas dengan intelektual tinggi serta berakhlakul karimah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Seruyan Norhayati Supian saat memberikan sambutan pada kegiatan halal bihalal sekaligus peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026, di Lapangan Tenis Indor Kuala Pembuang, Sabtu, 11 April 2026.
Kegiatan ini diikuti juga Ketua Cabang Bhayangkari Seruyan Ny. Putri Beddy Suwendi, perwakilan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Seruyan, perwakilan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Seruyan, perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Seruyan, dan organisasi lainnya di Seruyan.
Norhayati mengemukakan, peringatan Hari Kartini mengingatkan perjuangan perempuan dalam meningkatkan derajat dan peran strategisnya di tengah masyarakat. Tema kali ini mengangkat. “Optimalisasi Peran Ibu sebagai Madrasah Utama melalui Parenting Well-being“.
“Tema ini sangat penting dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, kita ketahui peran seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya,” katanya.
Dia menambahkan, dengan didikan yang benar dari orang tua khususnya ibu, mampu menciptakan generasi tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman serta berakhlakul karimah.
“Kita sebagai ibu harus selalu belajar dan meningkatkan kualitas diri. Konsep parenting well-being mengajarkan pada kita kesejahteraan Ibu baik secara fisik, mental, maupun spiritual sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang seorang anak,” jelasnya.
Norhayati berharap, melalui kegiatan ini banyak manfaat yang bisa didapatkan seluruh peserta. Sehingga kedepannya dapat diimplementasikan dalam kehidupan berkeluarga maupun melakukan aktivitas sosial keagamaan.
- Kontributor : Said Muhamad Dandi
- Editor : Bam Hermanto

