Pasar Murah Disorot DPRD Kalteng : Bukan Sekadar Formalitas

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah dari Dapil IV, Noor Fazariah Kamayanti. Foto/Ist

wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Noor Fazariah Kamayanti, menegaskan jika program pasar murah harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan tidak hanya menjadi kegiatan simbolis yang rutin digelar menjelang hari besar.

Politisi dari Daerah Pemilihan V (Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas) ini menyoroti pentingnya selisih harga yang signifikan agar masyarakat merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

“Kita ingin harga di pasar murah itu benar-benar murah. Bukan beda seribu-dua ribu saja. Harus ada selisih minimal Rp5.000 sampai Rp10.000 dari harga pasar biasa supaya dampaknya terasa,” ujarnya, Jumat, 18 April 2025.

Lebih lanjut, Noor Fazariah mengingatkan agar pasar murah tidak hanya digelar pada momentum tertentu seperti hari besar keagamaan atau nasional. Ia menilai, kebijakan tersebut justru bisa merugikan pedagang kecil yang mengandalkan pendapatan harian.

“Kalau hanya hadir saat hari besar, bisa-bisa malah mematikan usaha pedagang yang biasa jualan. Harus ada pemerataan waktu dan lokasi agar semua pihak diuntungkan,” katanya.

Dia juga menekankan perlunya sistem teknis yang rapi, seperti pembagian kupon, untuk menghindari kericuhan dan memastikan bantuan tepat sasaran.

“Sering kali terjadi penumpukan saat pasar murah. Harus ada sistem seperti kupon, agar yang benar-benar membutuhkan bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Noor Fazariah turut mengusulkan agar masyarakat diberikan fleksibilitas dalam memilih barang yang dibutuhkan. Sistem paket yang kaku, menurutnya, sering tidak sesuai dengan kebutuhan warga.

Noor Fazariah berharap program pasar murah di Kalimantan Tengah ke depan bisa menjadi solusi nyata dalam menekan harga kebutuhan pokok dan benar-benar berpihak pada rakyat kecil. (din/red2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version