Pemprov Kalteng Awasi Program MBG Lewat Platform Digital, Faridawaty: Langkah Cerdas dan Transparan

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh. Foto/Ist

wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat pengawasan terhadap program makan bergizi gratis dengan memanfaatkan teknologi digital melalui platform Pendidikan Kalteng atau PENA Kalteng. Inovasi ini dinilai sebagai terobosan penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program yang menyasar ribuan peserta didik di seluruh daerah.

Penerapan sistem digital dalam pengawasan program sosial seperti ini merupakan langkah cerdas untuk mendorong keterbukaan publik dan efisiensi birokrasi. Melalui PENA Kalteng, pemerintah dapat memantau distribusi, pelaksanaan, hingga hasil program secara real time tanpa harus menunggu laporan manual dari sekolah-sekolah.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, Kamis, 23 Oktober 2025, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai pemanfaatan PENA Kalteng menjadi bukti bahwa pemerintah daerah mulai serius mengintegrasikan sistem digital dalam pengelolaan pendidikan.

“Saya memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kalteng yang terus berinovasi. Pemantauan makan bergizi gratis melalui PENA Kalteng menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan anak-anak kita benar-benar menerima manfaat dari program ini,” katanya.

“Dengan sistem digital, kita bisa mengetahui sejauh mana distribusi berjalan, di mana kendalanya, dan bagaimana penyelesaiannya. Semua lebih cepat, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Faridawaty menilai, digitalisasi seperti ini tidak sekadar menjadi simbol modernisasi, tetapi juga bentuk nyata dari reformasi birokrasi di sektor pendidikan. Ia menyebut bahwa teknologi informasi kini menjadi instrumen penting dalam memastikan keadilan dan efektivitas kebijakan publik.

“Pemanfaatan teknologi bukan sekadar tren, melainkan tanggung jawab moral pemerintah untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan integrasi PENA Kalteng, setiap sekolah diwajibkan mengunggah data pelaksanaan program, termasuk menu makanan, waktu distribusi, hingga dokumentasi kegiatan. Sistem ini memungkinkan pemerintah memantau pelaksanaan di lapangan secara lebih transparan dan akuntabel.

“Kalau kita ingin pendidikan di Kalteng maju, kita harus berani berubah. PENA Kalteng adalah contoh bahwa digitalisasi bukan masa depan, tetapi kebutuhan hari ini,” paparnya. (din/red2)

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link