wajahborneo.com, Seruyan – Perekonomian masyarakat daerah pemilihan (dapil) II dinilai sudah jauh lebih baik, hal ini tidak terlepas dari normalnya harga jual buah tandan segar (TBS) kelapa sawit.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan, Rahmanudin menyampaikan, sebagian besar masyarakat yang tinggal di dapil II banyak yang berprofesi sebagai petani sawit atau memiliki perkebunan kelapa sawit. Selain lahan yang tergolong cukup luas, di dapil II lokasi tanahnya sangat sesuai untuk ditanami pohon sawit.
“Sesuai dengan fakta dilapangan saat ini harga sawit didapil 2 mulai mengalami kenaikan, berkisar Rp2.000 hingga Rp2.500. Tentu hal ini memberikan dampak positif terhadap sektor perekonomian masyarakat, ” katanya, Rabu, 18 September 2024.
Rahman menambahkan, harga TBS sawit yang sudah normal ini harus tetap dipertahankan dan jangan sampai ada yang mempermainkan harga, karena mayoritas masyarakat di dapil II memang sebagai pekebun dan kehidupan sangat bergantung terhadap tanaman sawit.
“Pihaknya akan berupaya dengan maksimal untuk meningkatkan hasil panen milik masyarakat, sehingga roda perekonomian tetap stabil dan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik,” tutupnya. (**)
