Peringati Isra Mi’raj, Pemprov Kalteng Tegaskan Peran Muslimah

Suasana pengajian Muslimah memperingati Isra Mi’raj 1447 H di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis, 29 Januari 2027. acara ini juga dihadiri anggota DWP se-Kalimantan Tengah. Foto/Ist

wajahborneo.com, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah memanfaatkan momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H sebagai ajang penguatan spiritualitas sekaligus konsolidasi peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Acara bertajuk Pengajian Muslimah ini digelar di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis, 29 Januari 2027, tersebut  dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Kalimantan Tengah ini menghadirkan Ustaz H. Hasanuddin atau yang akrab disapa UAS Banjar sebagai penceramah utama.

Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, saat menyampaikan sambutannya mengatakan, Isra Mi’raj jangan hanya dipandang sebagai seremoni tahunan atau sekadar mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, peristiwa ini harus menjadi tolok ukur evaluasi kualitas ibadah dan kontribusi sosial kaum perempuan.

“Perempuan adalah tiang negara. Ketika iman, akhlak, dan ibadah seorang ibu itu kokoh, maka keluarga akan kuat, masyarakat menjadi damai, dan negara akan maju,” katanya.

Aisyah menyoroti peran kaum muslimah sebagai pendidik pertama (Madrasatul Ula) dalam lingkungan keluarga. Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, perempuan dituntut menjadi penjaga nilai moral dan agama agar integritas generasi masa depan tetap terjaga.

Semangat Isra Mi’raj hendaknya diterjemahkan ke dalam tindakan nyata, termasuk dukungan penuh terhadap program pembangunan daerah yang sedang dijalankan pemerintah provinsi.

“Momentum ini harus memperdalam iman kita sekaligus memperkuat peran kita sebagai garda terdepan dalam menjaga moralitas di tengah masyarakat,” katanya

Selain penguatan internal, pengajian ini juga menjadi ruang bagi aksi solidaritas. Aisyah mengajak seluruh jemaah untuk mengirimkan doa bagi para korban bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial.

Senada dengan hal tersebut, Ustaz Hasanuddin dalam tausiyahnya menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menyoroti lima poin utama yang harus dipegang teguh oleh jemaah:

Menjaga Lisan dengan menghindari fitnah dan perkataan yang tidak produktif. Menjauhkan Prasangka dengan membangun hubungan sosial yang bersih dari kecurigaan serta kedisiplinan dalam ibadah seperti menegakkan salat lima waktu sebagai fondasi spiritual dan meningkatkan kepedulian sosial: Meningkatkan amal ibadah melalui sedekah.

 

Tinggalkan Balasan

copyright@wajahborneo.com

error: Content is protected !!
Share via
Copy link