wajahborneo.com, Seruyan – Penjabat (Pj) Bupati Seruyan, Djainuddin Noor, menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan telah meluncurkan enam pilar transformasi untuk meningkatkan mutu, kualitas, dan pemerataan akses layanan kesehatan di Indonesia.
Hal itu disampaikan Pj Bupati Seruyan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan di Aula BKAD Seruyan, Senin, 11 November 2024.
Djainuddin menjelaskan bahwa pilar pertama adalah Transformasi Layanan Primer, yang berfokus pada penyediaan layanan kesehatan yang terstandarisasi dan terintegrasi.
“Pilar kedua, Transformasi Layanan Rujukan, bertujuan untuk menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat,” ujarnya.
Pilar ketiga, Transformasi Ketahanan Sistem Kesehatan, mengedepankan kemandirian dalam produksi obat dalam negeri dan ketersediaan tenaga cadangan kesehatan.
Pilar keempat mencakup Transformasi Pembiayaan Kesehatan, sementara pilar kelima, Transformasi SDM Kesehatan, berfokus pada penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas dan tersebar merata.
“Pilar keenam, Transformasi Teknologi Kesehatan, bertujuan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang presisi dan berbasis teknologi,” tambah Djainuddin.
Ia juga menyoroti prioritas nasional dalam menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting, sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN dan Renstra Kementerian Kesehatan RI 2020-2024.
“Program ini menjadi fokus kita bersama untuk mencapai peningkatan kesehatan masyarakat yang menyeluruh dan merata,” tandasnya. (*/red3)

