wajahborneo.com, Seruyan – Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat penderita gagal ginjal yang membutuhkan layanan cuci darah atau hemodialisis,
Penjabat (Pj) Bupati Seruyan, Djainuddin Noor, mendorong percepatan operasional layanan cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang.
“Kami mendorong agar layanan cuci darah di RSUD Kuala Pembuang bisa beroperasi dalam tahun ini,” kata Pj Bupati Seruyan Djainuddin Noor didampingi Plt Direktur RSUD, dr. Ali Wardana, Sp.KJ, saat mengunjungi ruang layanan cuci darah RSUD Kuala Pembuang, Sabtu, 3 Agustus 2024.
Percepatan layanan cuci darah tersebut didorong oleh meningkatnya jumlah masyarakat Kabupaten Seruyan penderita gagal ginjal yang memerlukan layanan ini.
“Dari data yang ada, warga kita memerlukan layanan cuci darah cukup banyak dan harus berangkat ke Sampit, Palangka Raya, atau ke Pangkalan Bun untuk mendapatkan layanan ini,” ujarnya.
Djainuddin Noor menjelaskan bahwa perjalanan ke daerah lain untuk mendapatkan layanan cuci darah memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk transportasi dan keperluan pribadi lainnya.
Oleh karena itu, dengan adanya layanan cuci darah di RSUD Kuala Pembuang, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik ke daerah lain, sehingga dapat menghemat biaya dan waktu.
“Mudah-mudahan layanan ini bisa terealisasi secepatnya sehingga bisa membantu masyarakat kita yang memerlukan layanan kesehatan,” katanya.
Pj Bupati Seruyan berharap dengan percepatan operasional layanan cuci darah ini, RSUD Kuala Pembuang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan membantu meringankan beban masyarakat penderita gagal ginjal di Kabupaten Seruyan. (red3)


