wajahborneo.com, Seruyan — Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Seruyan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran dengan mengaktifkan enam pos lapangan di sejumlah kecamatan.
Pengaktifan pos lapangan tersebut menjadi bagian dari strategi Satgas Karhutla Seruyan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran, sekaligus memperkuat upaya deteksi dini di wilayah yang memiliki potensi kerawanan Karhutla.
Pelaksana Harian Komandan Satgas Karhutla sekaligus Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, mengatakan enam pos lapangan tersebut tersebar di Kecamatan Danau Sembuluh, Seruyan Raya, Danau Seluluk, Hanau, Batu Ampar, dan Rantau Pulut.
“Pengaktifan pos lapangan ini dimulai secara bertahap sejak hari ini hingga besok, disesuaikan dengan kesiapan personel di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan pos lapangan sangat penting untuk mendukung mobilitas petugas dalam menghadapi potensi Karhutla. Dengan personel yang ditempatkan lebih dekat dengan wilayah rawan, proses penanganan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat.
Agus menegaskan, meskipun laporan titik panas atau hotspot saat ini masih tergolong belum terlalu banyak, langkah antisipasi tetap harus diperkuat. Pos lapangan disiapkan sebagai bentuk kesiapsiagaan agar petugas dapat langsung bergerak ketika menerima laporan kebakaran.
“Harapan kita, jangan sampai menunggu api membesar. Api-api kecil harus bisa kita padamkan dan tangani sejak awal,” tegasnya.
Pengaktifan enam pos lapangan ini juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara Satgas Karhutla, BPBD, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, masyarakat, serta pihak terkait lainnya dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.
Dengan sistem quick response, Satgas Karhutla Seruyan menargetkan setiap laporan kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sehingga potensi api meluas dapat ditekan sedini mungkin.
Selain memperkuat kesiapsiagaan personel, masyarakat juga diharapkan turut berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya. (*/red3)

