wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya — Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Toga Hamonangan Nadeak, menyoroti masih lebarnya jarak pembangunan infrastruktur antara wilayah pedalaman dan perkotaan. Sorotan itu ia sampaikan seusai melakukan reses di Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, baru-baru ini.
Dalam pertemuan dengan warga, Toga menerima curahan keluhan soal kondisi jalan poros Amin Jaya–Rantau Pulut yang disebut semakin memprihatinkan. Ruas yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat itu, menurut dia, kini hampir tak dapat dilalui ketika hujan tiba.
“Warga sudah berkali-kali gotong royong memperbaiki jalannya pakai dana urunan karena tidak ada perhatian dari pemerintah. Padahal ini akses penting yang menghubungkan desa-desa,” kata Toga, Kamis, 13 November 2025.
Toga menjelaskan bahwa perbaikan dari pemerintah sejauh ini hanya menyentuh sekitar 1,5 kilometer jalan beraspal di Desa Sukorejo. Sementara sebagian besar jalan lain masih berupa tanah dan berbukit. “Licin sekali kalau hujan, rawan jatuh. Anak-anak sekolah sering jadi korban,” ujarnya.
Selain keselamatan, ia menambahkan, roda perekonomian warga juga tersendat. Akses pelayanan kesehatan pun kerap terganggu lantaran ambulans sulit melintas di jalan yang rusak parah tersebut. “Ini bukan hanya soal jalan, tapi menyangkut keselamatan dan pelayanan publik,” kata dia.
Toga juga menyinggung klaim pemerintah provinsi yang menyebut kemantapan jalan mencapai 87 persen. Menurutnya, angka itu belum mencerminkan realitas di lapangan, terutama di daerah terpencil. “Kita mengapresiasi capaian itu, tapi faktanya di Seruyan Tengah masih banyak ruas yang tidak layak. Artinya masih ada ketimpangan pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, ketidakseimbangan pembangunan ini harus segera ditangani agar masyarakat pedalaman merasakan manfaat pembangunan yang sama dengan wilayah lain. Toga menegaskan bahwa aspirasi warga yang ia serap tidak boleh berhenti di meja laporan.
“Kami berharap suara masyarakat Seruyan Tengah ini tidak hanya dicatat, tapi direalisasikan. Jangan sampai warga terhambat aktivitasnya hanya karena jalan tak kunjung diperbaiki,” tutur legislator dari daerah pemilihan setempat itu.
Editor : Bambang Hermanto

